JK: Otonomi Daerah Buat Praktek Korupsi Meluas

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Imanuel Nicolas Manafe
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Adanya otonomi daerah membuat praktek korupsi masuk ke pelosok-pelosok. Berbeda saat era Presiden Soeharto menjabat, korupsi hanya terjadi di tataran pemerintah pusat.
“Karena pada zaman Mantan Presiden Suharto, korupsi hanya beredar di pemerintah pusat saja, sekarang justru desentralisasi malah menyebar sampai ke pemerintah daerah,” ujar Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pidatonya membuka diskusi Lawan Korupsi Dari dan Bersama Kampus di Fakultas Kedokteran UI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2012).
Jusuf Kalla, atau yang akrab disapa JK ini menjelaskan kekuasaan memang selalu menawarkan banyak godaan, termasuk korupsi untuk memperkaya diri maupun golongan.
“Memang ada kecenderungan ke arah sana, tapi saya katakan tadi bahwa tidak semua seorang yang memiliki jabatan selalu melakukan korupsi. Itu semua tergantung pribadi masing-masing,” jelas JK.
Namun, JK menlanjutkan, Indonesia sebenarnya bukan negara yang korup. Jika melihat dari pemberitaan di media yang muncul hanya tiga kasus korupsi besar dalam setahun belakangan ini.
“Sebenarnya dikatakan negara yang korup tidak juga karena sekarang ini kan mega korupsi yang dipertontonkan hanya berputar kepada tiga orang saja yaitu Nazaruddin, Century dan Gayus saja,”pungkasnya.

Tentang Ade Suerani

tinggal di Kendari-Sultra, senang membaca ttg pemerintahan daerah. (email: ade.suerani@gmail.com)
Pos ini dipublikasikan di Berita Media. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s