Perilaku Inefisien Penyebab Kebangkrutan di Daerah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Laporan dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) patut untuk menjadi cerminan bahwa otonomi daerah tak selamanya membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat.
FITRA melansir terdapat 124 daerah di Indonesia yang memiliki anggaran belanja pegawai melebihi anggaran belanja modal. Anggaran belanja pegawai ke-124 daerah tersebut mencapai 60 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Kenyataan ini dibiarkan akan berdampak sistemik dan mengancam eskalasi konflik yang lebih tinggi. Sebab itu, ini harus menjadi warning (peringatan) bagi pemerintah untuk mengkerangkai kebijakan otonomi dan anggaran daerah yang lebih baik,” ujar M Ichlas El Qudsi, Anggota DPR RI Komisi XI, di Jakarta, Selasa (5/7/2011).
Menurut Qudsi, ini warning bagi pemerintah bagaimana semua ini bisa terjadi. Adanya 124 daerah yang terancam bangkrut menurut laporan FITRA harus disikapi dengan seksama.
“Artinya, ada yang salah, entah itu kebijakan primernya atau pada manajemennya. Saya kira, jika itu dibiarkan berlarut-larut dapat mengancam stabilitas anggaran yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut laporan FITRA tersebut, dari 124 daerah yang terancam bangkrut, sebanyak 16 daerah diambang kritis karena menganggarkan belanja pegawai mencapai 70 persen lebih. Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menduduki peringkat tertinggi dengan belanja daerah mencapai 83 persen.
“Semestinya, anggaran belanja pegawai tidak boleh lebih dari 50 persen. Dengan memperbanyak porsi anggaran pada modal, nantinya akan mendorong produktivitas yang lebih tinggi,” kata Michel El Qudsi.
Menurut Michel, harus dikembangkan cara pandang yang lebih baik terhadap anggaran pembangunan di daerah. Orientasi penganggaran harus bersifat efektif dan efisien serta berasaskan pada kemanfaatan yang lebih besar.
“Intinya, bagaimana daerah dalam setiap pelaksanaan kebijakan harus mengacu pada efisiensi anggaran daerah. Agar, daerah dapat mengembangkan sistem penganggaran untuk pembangunan sebagai porsi terbesar,” kata Michel, politisi dari Fraksi PAN.

Tentang Ade Suerani

tinggal di Kendari-Sultra, senang membaca ttg pemerintahan daerah. (email: ade.suerani@gmail.com)
Pos ini dipublikasikan di Berita Media. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s