Pendelegasian Pusat ke Daerah Masih Setengah Hati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, Iberamsyah mengatakan masalah otonomi daerah masih menyisakan berbagai persoalan. Terutama menyangkut pendelegasian dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang dinilai masih setengah hati.
“Karena nanti Pusat akan kekeringan otoritas. Khususnya yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA), ini cukup bermasalah pendelegasiannya,” ungkapnya dalam dialog publik “Konstitusionalitas dan Legalitas Pendelegasian Wewenang Dalam Otonomi Daerah di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
Tak hanya itu, masalah otonomi daerah masih terkendala dengan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) baik yang ada di pusat maupun daerah.
“Ada daerah SDA kuat, tapi ada yang kering. Demikian juga SDM-nya,” terangnya.
Menurutnya, kondisi ini tak lepas dari memudarkan rasa nasionalisme yang berdampak pada nihilnya martabat dan kepercayaan diri bangsa.
Persoalan tersebut diperparah dengan penegakan hukum yang tak kunjung membaik.
“Kepastian dan penegakan hukum keliatan itu enteng, terutama bagi yudikatif. Kalau yudikatifnya saja sudah ‘melacur’ maka runtuhlah negara ini, karena (yudikatif) ini benteng keadilan. Kalau benteng keadilan memakan barang haram gimana itu,” tukas Iberamsyah.

Penulis: Iwan Taunuzi | Editor: Johnson Simanjuntak

Tentang Ade Suerani

tinggal di Kendari-Sultra, senang membaca ttg pemerintahan daerah. (email: ade.suerani@gmail.com)
Pos ini dipublikasikan di Berita Media. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s