Tata Cara Pembahasan Raperda di DPRD

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dapat berasal dari DPRD atau Kepala Daerah. Jika berasal dari DPRD, ada 2 (dua) mekanisme pembahasan yang harus ditempuh. Pertama, dibahas secara internal DPRD terlebih dahulu. Jika paripurna menyetujuinya menjadi raperda prakarsa DPRD, maka akan dilanjutkan ke pembahasan kedua yaitu pembahasan bersama kepala daerah (eksekutif) dan dibahas dalam 2 (dua) tingkat pembicaraan sebagaimana link dibawah. Jika paripurna menolaknya, maka proses berhenti sampai disitu.

Jika raperda berasal dari kepala daerah, maka prosesnya langsung memasuki tahapan tingkat pembicaraan, yaitu pembicaraan tingkat I dan pembicaraan tingkat II dengan alur sebagaimana link dibawah.

Tata cara pembahasan raperda di DPRD berikut link dibawah, disusun berdasarkan PP No. 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD.
Klik Tata Cara Pembahasan Raperda di DPRD

Dokumen lain klik

Tentang Ade Suerani

tinggal di Kendari-Sultra, senang membaca ttg pemerintahan daerah. (email: ade.suerani@gmail.com)
Pos ini dipublikasikan di Pendapat Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s