Ahmadiyah Dalam Perspektif Otonomi Daerah

Ramai-ramai daerah mengeluarkan kebijakan anti ahmadiyah. Pelarangan, pembekuan, penutupan aktivitas dan lain sebagainya istilah kebijakan yang dikeluarkan para kepala daerah.

Bagaimana Undang-Undang Pemerintahan Daerah melihat ini? Dapatkah para kepala daerah mengeluarkan kebijakan (keputusan/peraturan kepala daerah) terkait ahmadiyah?

Betul, penyelenggaraan otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya. Namun, otonomi seluas-luasnya ini dibatasi, dalam arti daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditetapkan menjadi urusan pemerintah.

Daerah memiliki kewenangan membuat kebijakan daerah untuk memberi pelayanan, peningkatan peran serta, prakarsa, dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Secara tegas Pasal  10 ayat (3) UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjelaskan bahwa ada 5 urusan yang menjadi kewenangan pemerintah yakni politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, moneter dan fiskal nasional serta agama.

Dengan demikian, urusan agama alias urusan ahmadiyah merupakan urusan pemerintah, bukan urusan pemerintahan daerah. Hal ini telah disikapi pemerintah dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri sejak Juli 2008.

Jadi sebaiknya daerah berpedoman pada SKB, tidak mengeluarkan kebijakan sendiri yang bukan merupakan urusan/tanggung jawabnya. (***)

Tentang Ade Suerani

tinggal di Kendari-Sultra, senang membaca ttg pemerintahan daerah. (email: ade.suerani@gmail.com)
Pos ini dipublikasikan di Pendapat Pribadi dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s